Prokes Covid-19 bagi Perorangan, Pengelola Usaha dan Tempat Umum di NTT

medikastar.com

Dalam upaya mencegah dan mengendalikan penyebaran Covid-19 yang semakin meluas setiap harinya, kedisiplinan dan ketaatan adalah hal yang paling utama untuk diperhatikan. Untuk menerapkannya di Nusa Tenggara Timur, warga perlu memahami dan menjalankan protokol kesehatan yang diberlakukan secara wajib.

Penerapan Protokol kesehatan tersebut diatur dalam Pergub NTT Nomor 49 Tahun 2020. Terdapat uraian aturan-aturan yang wajib dipatuhi oleh perorangan, pengelola usaha, hingga penanggungjawab tempat/fasilitas umum di NTT.

Prokes 4M bagi Perorangan

Bagi perorangan atau individu, ingatlah dan terapkan protokol kesehatan 4M, antara lain:

Pertama, menggunakan masker yang menutupi area hidung, mulut, hingga dagu. Hal ini wajib dilakukan saat seseorang hendak beraktivitas di luar rumah, apalagi jika terdapat interaksi dengan orang yang tidak diketahui status kesehatannya.

Kedua, mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir secara teratur. Lakukanlah hal ini di tempat-tempat yang dikunjungi.

Ketiga, menerapkan jaga jarak atau pembatasan interaksi fisik (physical distancing). Ingatlah juga untuk menghindari kerumunan atau tempat yang ramai.

Keempat, meningkatkan daya tahan tubuh. Hal itu bisa dilakukan dengan cara menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat dalam aktivitas sehari-hari.

Prokes bagi Pengelola Usaha dan Penanggungjawab Tempat Umum

Terdapat beberapa hal yang perlu dilaksanakan oleh para pengelola usaha dan penanggungjawab tempat atau fasilitas umum. Upaya tersebut seperti sosialisasi, penyediaan sarana, pemantauan, pembersihan, hingga penegakkan kedisiplinan.

Sosialisasi dan edukasi perlu dilakukan untuk memberikan pemahaman bagi para pengguna atau pengunjung tentang pencegahan dan pengendalian Covid-19. Gunakanlah berbagai media informasi yang tersedia untuk menyebarkan informasi-informasi penting tentang hal tersebut.

Tak hanya berhenti pada upaya sosialisasi, mereka pun wajib menyediakan sarana untuk mencuci tangan yang dilengkapi dengan sabun atau cairan pembersih tangan (hand sanitizer). Sarana tersebut harus memenuhi standar dan ditempatkan pada area yang mudah diakses.

Selanjutnya, upaya identifikasi dan pemantauan kondisi kesehatan wajib dilakukan pada setiap orang yang beraktivitas di lingkungan kerja. Pembersihan dan diisinfeksi pun harus dilakukan secara berkala.

Tidak lupa pula, pengelola, serta penanggungjawab usaha dan tempat umum harus menerapkan pengaturan jaga jarak dan penegakan kedisiplinan protokol kesehatan secara serius. Deteksi dini sebagai upaya antisipasi pun wajib untuk difasilitasi. Tujuannya agar semua orang yang beraktivitas dapat terhidar dari risiko tertular dan menularkan Covid-19.

Berbagai tempat usaha dan fasilitas umum wajib menerapkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan tersebut. Inilah daftar tempat dan fasilitas umum yang dimaksud:

  • Perkantoran/tempat kerja, usaha dan industri
  • Sekolah/institusi pendidikan lainnya
  • Tempat ibadah
  • Stasiun, terminal, pelabuhan dan bandar udara
  • Transportasi umum
  • Toko, pasar modern dan pasar tradisional
  • Apotek dan toko obat
  • Warung makan, rumah makan, café dan restoran
  • Pedagang kaki lima/lapak jalanan
  • Perhotelan/penginapan lain yang sejenis
  • Tempat wisata
  • Fasilitas pelayanan kesehatan

Selain tempat-tempat tersebut, aturan yang ada juga berlaku di area publik lainnya yang memungkinkan adanya kerumunan massa. Seluruh fasilitas umum yang ada wajib menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Semua pihak diharapkan dapat terlibat aktif dalam mensosialisasikan dan menerapkan protokol kesehatan yang ditetapkan. Partisipasi aktif dan kerja sama dari semua unsur dapat membuat upaya pencegahan dan penanganan Covid-19 di NTT berjalan dengan baik.

Sumber: Pergub NTT No. 49 Tahun 2020