Rekrut Tenaga Kesehatan ke Jepang, Klinik King Care Teken MoU dengan PT. OS Selnajaya

Jakarta, MedikaStar.com

Klinik King Care menjalin kerja sama dengan PT. OS Selnajaya Indonesia untuk perekrutan dan pelatihan tenaga kerja, yakni perawat, Bidan, dan tenaga kesehatan lainnya di NTT untuk dapat ditempatkan bekerja di luar negeri, khususnya di Jepang.

Jalinan kerja sama ini ditandai dengan penekenan MoU bersama antara Klinik King Care yang diwakili oleh Direktur Klinik King Care, dr. Yoseph E. Gonang dan juga PT. OS Selnajaya Indonesia yang diwakili oleh Presiden Direktur PT. OS Selnajaya, Satoshi Miyajima. Penandatanganan MoU ini dilangsungkan di kantor PT. OS Selnajaya Indonesia, Gedung Midplaza 2 Lt.19, Jl. Jend.Sudirman Kav. 10-11, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (09/10/19).

Terkait hal ini, Presiden Direktur PT. OS Selnajaya, Satoshi Miyajima menjelaskan bahwa pihaknya menjalin kerja sama dengan Klinik King Care untuk merekrut tenaga kesehatan di NTT mengingat NTT merupakan provinsi yang memiliki potensi sumber daya manusia yang luar biasa, tetapi lapangan kerjanya masih sangat terbatas.

“Saat ini kondisi SDM di negara-negara Eropa, Amerika dan Jepang mengalami krisis, karena saat ini di sana terdapat banyak orang tua, tetapi orang mudanya sangat sedikit, sehingga tenaga kerjanya kurang. Ini berbanding terbalik dengan kondisi di NTT, di mana ada banyak orang muda, tetapi lapangan kerjanya masih sangat terbatas,” jelas Miyajima.

Dengan menjalin kerja sama dengan Klinik King Care, dirinya berharap agar banyak tenaga kesehatan di NTT, khususnya perawat, bidan, dan tenaga lainnya yang telah kompeten di bidangnya dapat dikirim untuk bekerja di Jepang.

“Kita ingin sekali membantu NTT, sehingga kita harapkan banyak orang NTT dapat bekerja di Jepang. Dari sisi pekerjaan, ini merupakan pekerjaan yang sangat baik. Sementara dari sisi penghasilan, gaji yang diberikan di sana sangat-sangat mencukupi, sehingga mereka bisa memanfaatkan gaji yang mereka terima ini untuk membangun keluarga atau kampung mereka, sehingga NTT lebih maju lagi,” terang Miyajima.

Ia juga mengatakan bahwa pihaknya memilih Klinik King Care sebagai mitra sebab pelayanan yang nantinya diberikan oleh para tenaga kesehatan di Jepang adalah pelayanan kesehatan di rumah sakit dan di panti-panti Jompo. Pelayanan seperti ini memang sangat mirip dengan pelayanan yang diberikan melalui home care.

Lebih jauh, Miyajima berharap agar pemerintah NTT juga ikut membantu dalam pelatihan tenaga kerja yang akan di kirim ke Jepang ini, mengingat para calon tenaga kerja ini nantinya akan terlebih dahulu menjalani pelatihan selama 1 tahun. Ini tentunya membutuhkan biaya.

“Banyak orang kurang mampu yang ingin bekerja di Jepang tetapi mereka kesulitan dengan biaya pelatihan, sehingga kita harapkan pemerintah berperan memfasilitasi mereka, sehingga biaya pelatihan ini tidak dirasa berat oleh mereka,” katanya.

“Kita berharap dapat bekerja sama dengan pemerintah sehingga pemerintah dapat membantu biaya seperti biaya keberangkatan dari NTT ke Jakarta dan juga biaya kursus bahasa Jepang di NTT, sebab apa yang kita lakukan ini tentunya akan berdampak positif juga bagi NTT,” lanjut Miyajima.

Di tempat yang sama, Imron Munfaat, Direktur PT. OS Selnajaya Indonesia menjelaskan bahwa kerja sama tersebut berkaitan juga dengan program pemerintah, yakni bagaimana meningkatkan kualitas SDM Indonesia, khususnya NTT.

“Saat ini, di satu sisi permintaannya sangat tinggi, tetapi di sisi lain suplai kita masih sedikit terutama karena faktor kita harus mempersiapkan program bahasa Jepang yang memakan waktu sekitar satu tahun,” katanya.

Pose Bersama Usai Penandatanganan MoU

Imron berharap agar kerja sama ini tidak hanya membuka kran dari sisi perekrutan tetapi juga pada proses persiapan pelatihan sebelum keberangkatan. Tahapan ini bisa dilakukan di NTT oleh Klink King Care dan finalisasinya akan dilakukan di training center PT. OS Selnajaya Indonesia di Jakarta.

Selain itu, senada dengan Miyajima, Imron juga berharap agar pemerintah dapat membantu pihaknya dan melihat program ini sebagai program bersama.

“Kami butuh komitmen pemerintah, kalau memang ada hal yang perlu kita diskusikan, mari kita diskusikan itu bersama-sama,” tambahnya.

Ia juga berharap agar pemerintah memberikan bantuan terkait dengan biaya pelatihan para calon tenaga kerja yang akan dikirim, sehingga biaya tersebut tidak memberatkan mereka.

“Meskipun kami ada akses dana talangan, tetapi ada beberapa kalangan yang merasa sangat berat dengan biaya pendidikan ini. Olehnya, kalau ada bantuan pemerintah tentunya tenaga yang akan kita kirim ini merasa sangat terbantu,” ujar Imron.

Sementara itu, dr. Yoseph Elkridus Gonang menyambut baik kerja sama yang terjalin antara Klinik King Care dan juga PT. OS Selnajaya. Sebagai salah satu putra daerah NTT, dirinya merasa terpanggil dengan kondisi banyaknya tenaga kesehatan di NTT yang masih belum bekerja (pengangguran), tenaga kesehatan yang terpaksa bekerja secara sukarela tanpa dibayar dan bahkan ada yang terpaksa beralih profesi.

“Banyak teman-teman kita, khususnya perawat dan bidan di NTT yang harus bekerja tanpa dibayar hanya karena takut keterampilannya dalam memberikan pelayanan kesehatan menurun bahkan hilang karena tidak pernah dipakai. Sementara di luar negeri, tenaga kesehatan sangat dibutuhkan, bahkan dalam jumlah yang sangat besar. Ini yang mendorong kami untuk menjalin kerja sama ini,” terangnya.

Selain itu, dr. Eky Gonang juga mengatakan bahwa pihaknya ingin turut mengambil bagian dalam membantu pemerintah NTT yang saat ini dipimpin oleh Viktor Laiskodat dan Yoseph Nae Soi untuk mengirim tenaga kerja NTT yang benar-benar terdidik dan kompeten.

“Banyak tenaga kerja NTT yang tidak terdidik secara ilegal keluar negeri untuk bekerja, mari kita hentikan itu. Kita dukung program pemerintah NTT untuk mengirim tenaga kerja yang benar-benar memiliki pendidikan dan skill yang bagus,” tegasnya.

Terkait hal ini, dr. Eky Gonang pun berharap agar pemerintah NTT mau bekerja sama dengan pihaknya, khususnya dalam hal pelatihan sebelum keberangkatan, sehingga para tenaga kesehatan di NTT yang masih belum mendapat pekerjaan dapat dikirim untuk bekerja di Jepang.

“Mudah-mudahan banyak tenaga kesehatan di NTT yang mau untuk bekerja di Jepang, sebab selain memperoleh pengalaman istimewa, gaji yang ditawarkan pun sangat mencukupi. Di sisi lain, kita juga turut membantu pemerintah mengurangi angka pengangguran. Tentunya ini adalah satu bagian kecil untuk NTT bangkit menuju sejahtera,” tutupnya. (*/red)

Baca Juga: Soal Penarikan Ranitidin, Begini Penjelasan BPOM

Video:

Gubernur NTT Menari Hegong bersama KKBM Kupang

Advertisement