Semakin Banyak Pasangan Seks, Semakin Tinggi Risiko Kanker

Kota Kupang, MedikaStar.com

Berapa pasangan seks Anda selama ini? Jika Anda butuh lebih dari dua tangan untuk menghitungnya, penelitian terbaru menunjukkan Anda mungkin akan khawatir tentang risiko kanker Anda.

Temuan para peneliti dari Pusat Ilmu Olahraga dan Latihan Cambridge di Universitas Anglia Ruskin di Inggris yang dipublikasikan Jurnal BMJ Sexual & Reproductive Health pada 13 Februari mengungkapkan bahwa orang-orang yang memiliki 10 atau lebih pasangan seksual punya peluang lebih tinggi untuk didiagnosis menderita kanker daripada mereka yang kurang aktif secara seksual.

Peningkatan risiko kanker ini dikaitkan dengan potensi paparan infeksi menular seksual (IMS). Karena penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa penyakit menular seksual tertentu dapat menyebabkan kanker.

Mereka juga menemukan bahwa risiko itu hampir dua kali lebih tinggi pada wanita yang punya banyak pasangan seks daripada wanita yang hanya punya satu pasangan, atau yang tetap perawan.

Sementara itu, pada pria, peluang untuk diagnosis kanker meningkat hampir 70 persen dibandingkan dengan mereka yang melaporkan satu atau tidak memiliki pasangan seks. Untuk mereka yang  memiliki dua atau empat pasangan seks selama hidup mereka risiko kankernya 57 persen lebih besar.

Tingginya risiko kanker pada wanita dikaitkan dengan hubungan IMS tertentu dan kanker, yang lebih kuat pada wanita, misalnya HPV (Humanpapillomavirus) dan kanker serviks, dibandingkan HPV dan kanker penis.

Penelitian itu melibatkan 5.700 orang berusia 50 tahun ke atas. Dalam penelitian yang dilakukan selama 2012-2013, para peserta ditanya berapa jumlah pasangan seksual mereka selama hidup. Jawaban itu kemudian diandingakn dengan diagnosa kanker yang mereka laporkan sendiri.

Peserta memiliki usia rata-rata 64 tahun. Sekitar 28 persen pria dan 41persen wanita mengatakan mereka perawan atau hanya memiliki satu pasangan seks seumur hidup, sementara 22 persen pria dan sekitar 8 persen wanita melaporkan 10 atau lebih pasangan seks.

Para peneliti menyimpulkan bahwa selain IMS sebagai faktor utama, ada juga perilaku berisiko lainnya.

“Dalam penelitian kami, mereka yang memiliki lebih banyak pasangan seksual lebih cenderung merokok dan sering minum alkohol, perilaku yang diketahui terkait dengan risiko kanker. Ada kemungkinan bahwa ini merupakan kombinasi paparan IMS dan profil gaya hidup,” kata Lee Smith, direktur penelitian tersebut, sebagiaman dikutip WebMD.

Penelitian itu mendapat tanggapan dari dua ahli kesehatan A.S. Dr Konstantin Zakashansky, Profesor Ilmu kebidanan, Ginekologi, dan Reproduksi di Sekolah Kedokteran Icahn di Mount Sinai, New York City mengatakan bahwa seks dan kanker adalah isu yang sensitif sehingga akurasi laporan dari para patut dipertanyakan.

“Masalahnya adalah ada yang melebih-lebihkan, dan ada yang tidak mau melaporkan. Anda tidak tahu seberapa jujur ​​mereka,” kata Zakashansky. “Ada juga bias memori, di mana mereka benar-benar tidak ingat.”

Sementara itu, Mia Gaudet, Direktur Penelitian Epidemiologi pada American Cancer Society mengatakan bahwa laporan itu menyoroti potensi penyebab kanker yang memerlukan penelitian lebih lanjut.

“Kesimpulan keseluruhan konsisten dengan apa yang kita ketahui tentang peran potensial virus dalam kanker, dan memerlukan studi lebih lanjut,” kata Gaudet.

HPV telah dikaitkan dengan kanker serviks, oral, anal dan penis, katanya, sementara hepatitis B dan C dikaitkan dengan kanker hati. Kemungkinan virus lain dapat dikaitkan dengan bentuk kanker lainnya.

“Kesehatan seksual adalah sesuatu yang kurang dibicarakan karena dianggap tabu. Meskipun penelitian ini tidak ideal, ada baiknya punya beberapa informasi terkait hal ini,” kata Gaudet. (ens)

Baca juga: Valentine Day: Kisah Tragis yang Dirayakan secara Romantis