beda stres dan depresi

Sering Dianggap Sama, Ini Perbedaan Stres dan Depresi

Medikastar.com

Manusia hidup tidak luput dari berbagai masalah kehidupan yang dapat mengakibatkan stres. Mulai dari hal sepele seperti macetnya jalanan hingga masalah sehari-hari bisa membuat stres.

Meski demikian, ada baiknya jika rasa stres tersebut tidak disepelekan agar tidak berkepanjangan dan berujung pada depresi.

Stres dan depresi memiliki gejala serta efek yang hampir mirip. Sayangnya, banyak orang menganggap bahwa depresi sebagai stres biasa sehingga terlambat dalam menanganinya.

Lalu apa perbedaan stres dan depresi?

Perbedaan Stres dan Depresi

Stres merupakan masalah yang umum dan sering, tetapi sering diremehkan dan dianggap sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Biasanya, stres dimulai dari rasa kewalahan akibat banyaknya tekanan dari luar maupun dari dalam diri sendiri untuk kurun waktu yang cukup lama.

Saat seseorang mengalami stres, maka tubuh otomatis dapat membaca bahwa adanya serangan atau ancaman. Sebagai mekanisme perlindungan diri, tubuh akan memproduksi berbagai hormon dan zat-zat kimia stres seperti adrenalin, kortisol dan norepinefrin.

Sedangkan depresi adalah masalah kesehatan mental yang umum, dapat menyebabkan kesedihan untuk periode yang panjang sehingga memicu timbulnya pemikiran untuk bunuh diri.

Depresi bukan tanda ketidakbahagiaan atau cacat karakter. Depresi pun bukan keadaan yang wajar ditemui seperti stres atau panik.

Orang yang diserang depresi biasanya akan merasa hilang semangat atau motivasi secara terus menerus dan merasa sedih, gagal, serta mudah lelah. Kondisi ini dapat berlangsung selama enam bulan atau lebih.

Kedua hal tersebut dapat menimbulkan gejala fisik, selain itu gejala emosional akan mengganggu konsentrasi dan cara anda memandang diri sendiri.

Perbedaan utama lainnya adalah, orang yang mengalami depresi akan benar-benar merasa putus asa, terisolasi, tidak merasa terhubung dengan orang lain, dan tidak lagi menikmati kehidupannya saat ini.

Orang yang menderita depresi harus segera ditangani dan membutuhkan dari ahli seperti obat-obatan atau terapi.

Gejala Stres dan Depresi

Pada umumnya, orang yang sedang stres rentan mengalami gejala berikut ini :

  • Susah tidur
  • Gangguan pada daya ingat
  • Sulit untuk berkonsentrasi
  • Perubahan pola makan
  • Mudah marah dan tersinggung
  • Gelisah atau gugup
  • Sering merasa kewalahan dengan aktivitas sehari-hari
  • Merasa takut

Depresi memiliki tanda dan gejala yang jauh lebih rumit daripada stres. Munculnya pun juga bertahap. Berikut beberapa gejala depresi yang sering terjadi:

  • Menarik diri dari lingkungan sosial dan keluarga
  • Merasa sedih seperti tidak ada harapan lagi
  • Kehilangan semangat dan motivasi
  • Nafsu makan menurun
  • Tidur hanya sebentar
  • Susah konsentrasi dan mengingat
  • Selalu berpikiran negatif
  • Mudah kecewa dan marah
  • Kehilangan minat pada hal yang biasanya dinikmati
  • Berpikir untuk bunuh diri

Itulah ulasan mengenai perbedaan antara stres dan depresi yang perlu anda ketahui. Jika anda menyadari bahwa kerabat atau anda sendiri mengalami gejala stres maupun depresi maka harus segera ditangani agar tidak berlarut-larut.

Penanganannya pun anda bisa mendapatkan obat antidepresan dari dokter atau dengan menjalani psikoterapi kognitif perilaku dengan psikolog ataupun psikiater. (*/ctr)

Baca juga: Mengenal Microsleep, Tidur Singkat yang Bisa Berbahaya