Tidak Boleh Konsumsi Makanan dan Minuman Dingin saat Menstruasi [Mitos atau Fakta]

MedikaStar.com

Menstruasi adalah siklus bulanan yang dimiliki oleh perempuan yang telah berusia dewasa. Menstruasi menjadi tanda bahwa perempuan sudah bisa hamil dan memiliki anak. Ketika terjadi menstruasi, tubuh akan mengeluarkan penumpukan bulanan. Penumpukan tersebut berupa darah dan jaringan menstruasi yang dikeluarkan dari rahim melalui vagina perempuan.

Terdapat beberapa anjuran yang telah diberitahukan para orang tua sejak dulu tentang perempuan yang sedang menstruasi. Salah satunya tidak boleh mengonsumsi makanan dan minuman yang dingin. Apakah anjuran tersebut benar?

Dilansir dari NDTV Food, kepercayaan tentang makanan atau minuman dingin dan menstruasi berasal dari cerita para istri tua di Cina yang mengatakan bahwa meminum air dingin akan mengurangi suhu tubuh. Hal tersebut akan membuat usus sulit menyerap nutrisi penting dalam tubuh. Selain itu, jerawat juga dapat muncul karena konsumsi air dingin. Ada pula kram yang dapat menjadi lebih parah.

Berbicara mengenai kram, hal ini paling sering dikaitkan dengan konsumsi makanan dan minuman dingin. Kram menstruasi disebabkan oleh kontraksi otot-otot rahim dan perut yang berlebihan ketika mengeluarkan cairan menstruasi dari dalam tubuh.

Kontraksi otot ini disebabkan oleh berbagai bahan kimia, termasuk prostaglandin. Itulah sebabnya, minuman dingin dilarang saat sedang menstruasi karena mungkin dapat memicu produksi bahan kimia itu.

“Saat anda menstruasi, anda harus menghindari minum air dingin dan makan makanan dingin karena memperburuk kram menstruasi. Otot-otot di ovarium dan dinding vagina menjadi tegang dan tidak dapat meregang lebih jauh. Itulah yang menyebabkan ketidaknyamanan,” kata Shilpa Arora, seorang praktisi kesehatan dan pelatih kesehatan makrobiotik.

Meski begitu, kram yang menjadi lebih parah tidak terjadi pada semua perempuan. Hal ini dikarenakan setiap perempuan memiliki kondisi tubuh yang berbeda. Bahkan, sebagian besar dari perempuan mungkin merasa baik-baik saja setelah mengonsumsi makanan dan minuman dingin saat menstruasi.

Karena itu, kenalilah kondisi tubuh dan sesuaikan suhu makanan yang dikonsumsi. Tidak ada salahnya juga untuk mengambil tindakan pencegahan meskipun tidak semua perempuan mengalami kram yang parah saat mengonsumsi makanan dan minuman yang dingin.

“Untuk mempermudah aliran darah, minumlah air hangat dan hindari minuman yang sangat dingin dan bergula untuk mencegah peradangan,” tambah Arora.

Lebih jauh, ada pula yang mengatakan bahwa minum air dingin akan membuat haid berhenti karena darah menjadi beku. Akan tetapi, Unicef menyampaikan bahwa faktanya tidak demikian. Makanan dan minuman berpengaruh pada sistem pencernaan. Sedangkan, menstruasi adalah bagian dari sistem reproduksi.

Kedua sistem dalam tubuh tersebut berbeda. Karena itu, makanan dan minuman dingin tidak ada hubungannya dengan berhentinya menstruasi. Terkadang, faktor-faktor yang dapat menyebabkan terlambatnya menstruasi adalah lelah, stres, atau sakit.

Jadi, perempuan wajib menjaga kesehatan reproduksinya, terlebih saat sedang berada dalam masa menstruasi. Cara-cara untuk merawat diri selama periode bulanan perempuan adalah menjaga kebersihan diri, mengonsumsi makanan bergizi, istirahat yang cukup, minum banyak air putih yang matang, dan tetap melakukan aktivitas fisik.

Kebersihan diri dapat dijaga dengan mandi dan mencuci pakian secara bersih. Selanjutnya, makanan untuk mengurangi risiko terjadinya anemia seperti sayur kangkung, kacang-kacangan, serta daging sangat dianjurkan untuk dikonsumsi. Ingat juga untuk beristirahat selama 8 jam setiap hari dan berolahraga secara teratur.

Larangan untuk tidak boleh mengonsumsi makanan dan minuman yang bersuhu dingin memiliki alasan tertentu yang telah ada sejak dulu. Meski kadang tidak semua perempuan mengalami efeknya, tetaplah jaga kondisi tubuh secara baik dengan mengonsumsi makanan yang sehat, rutin beraktivitas fisik, dan menjaga kebersihan tubuh.

Baca juga: Penyebab Es Batu Tidak Higienis dan Dampak Buruknya bagi Kesehatan