Tidak Suka Pakai Masker? Ini Tips Menggunakan Masker secara Nyaman

MedikaStar.com

Di masa pandemi sekarang ini, masker telah menjadi benda yang wajib digunakan saat hendak beraktivitas di luar rumah. Tentunya penggunaan masker bertujuan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Meski begitu, masih terdapat banyak orang yang tidak mengindahkan protokol kesehatan tersebut. Salah satu alasannya karena pemakaian masker sering kali membuat penggunannya merasa tidak nyaman.

Untuk mengatasi ketidaksukaan dalam memakai masker, maka pengguna membutuhkan pemahaman mengenai alternatif cara pemakaian masker secara tepat. Dengan begitu, protokol kesehatan yang sangat penting ini dapat dilaksanakan secara nyaman. Dikutip dari berbagai sumber, berikut adalah beberapa tipsnya.

Penderita Asma atau PPOK

Bagi penderita asma atau pun penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), menutup saluran pernapasan bisa jadi mengakibatkan ketidaknyamanan, bahkan bahaya. Akan tetapi, penggunaan masker masih tetap diwajibkan bagi siapa saja, termasuk penderita kedua penyakit tersebut. Terdapat beberapa cara untuk membuat pemakaian masker tetap membuat penderita asma dan PPOK merasa nyaman.

Cara yang pertama, perhatikanlah cuaca sebelum keluar rumah. Sesuaikanlah cuaca yang membuat tubuh merasa lebih nyaman. Contohnya saat udara sedikit lebih dingin atau sejuk dan kering. Cuaca tersebut biasanya membuat penggunaan masker terasa lebih nyaman.

Cara yang kedua, berlatihlah menggunakan masker di rumah. Dengan berlatih, pengguna yang memiliki gangguan akan menjadi terbiasa. Latihlah diri menggunakan masker dalam waktu singkat. Lama kelamaan, pengguna dapat memakai masker dalam waktu yang lebih lama.

Cara yang ketiga, hindari penggunaan masker yang terlalu ketat. Pilihlah masker dengan ukuran yang cocok untuk wajah dan bahan yang membuat pemakaiannya terasa nyaman.

Cara yang keempat adalah pembatasan waktu dalam menggunakan masker. Bagi penderita asma dan PPOK, penggunaan masker dapat dilakukan saat sedang berada di tempat umum untuk kepentingan penting. Jika berada di tempat yang aman dan tidak ramai, pemakaian masker dapat dihentikan sejenak.

Kecemasan dan Alergi

Kecemasan dan alergi dapat menjadi penyebab mengapa orang-orang tidak ingin menggunakan masker. Rasa cemas saat menggunakan masker biasanya disebabkan oleh sensasi fisik yang membuat pengguna tidak nyaman. Alhasil, semakin lama menggunakan masker, pengguna akan menjadi panik dan tertekan.

Hal ini akan diperparah oleh masalah lain yang berasal dari luar seperti lingkungan sosial. Selain itu, beberapa orang biasanya memiliki alergi pernapasan ketika terpapar oleh debu, bulu hewan, atau serbuk sari.

Untuk mengatasi rasa cemas dalam penggunaan masker, pengguna perlu mengubah pola pikirnya. Jika biasanya masker hanya dianggap sebagai alat pelindung diri dalam aspek kesehatan, mulailah menganggap masker sebagai sebuah tren fashion yang menarik.

Selanjutnya, bagi pengguna yang memiliki alergi, pastikanlah untuk membersihkan masker secara rutin. Dengan membersihkannya, partikel-partikel kotoran yang mengganggu bisa dihilangkan. Persiapkan juga obat yang biasa diminum saat alergi kambuh. Dengan begitu, masker dapat menjadi alat pelindung dari virus dan alergen, serta tidak menyebabkan alergi.

Telinga Terasa Sakit

Agar masker tidak mudah lepas dari hidung dan mulut, masker perlu dikaitkan dengan baik. Tali pada masker yang dikaitkan pada telinga sering kali membuat telinga menjadi sakit, apabila digunakan dalam waktu yang cukup lama.

Hal ini dapat atasi dengan mengganti cara mengaitkan masker. Contohnya seperti menggunakan masker dengan tali pengait di bagian belakang kepala.

Selain itu, mungkin saja masih ada permasalahan lain dalam penggunaan masker yang membuat pengguna menjadi malas. Yang terpenting, jagalah kebersihan masker. Jika masker sudah basah, kotor, atau rusak, segeralah ganti. Saat ingin memakai dan melepas masker, ingatlah untuk mencuci tangan dengan langkah-langkah yang benar. Kondisikanlah diri sendiri dan masker senyaman mungkin.

Menggunakan masker merupakan protokol kesehatan yang sangat penting untuk diterapkan oleh semua orang. Karena itu, pakailah dengan cara yang tepat agar pelaksanaan aturan ini bisa dilakukan secara nyaman. (har)

Baca juga: Jumlah Kasus Covid-19 Indonesia Capai 200 Ribu, Waspadai Klaster Penyebarannya