tidur dengan kipas angin

Tidur dengan Kipas Angin Menyala, Simak Dampak Buruknya bagi Tubuh!

Medikastar.com

Sebagian orang memilih menggunakan kipas angin ataupun air conditioner (AC) untuk mejaga suhu ruangan agar tetap sejuk dan tidak terlalu panas.

Selain itu, udara panas baik pada siang atau malam hari membuat orang ingin tidur dengan nyaman menggunakan kipas angin selama tidurnya.

Tetapi, tidur semalam dengan keadaan kipas angin yang menyala bisa membawa dampak buruk bagi tubuh. Simak selengkapnya di bawah ini ya!

Dampak Buruk Tidur Dengan Kipas Angin Menyala

Dehidrasi dan Hipotermia

Kebiasaan tidur dengan menggunakan kipas dapat berakibat buruk bagi tubuh seperti kekurangan cairan (dehidrasi) dan suhu tubuh yang menurun secara drastis hingga di bawah 35 derajat celcius (hipotermia).

Hal tersebut dikarenakan ketika tubuh terkena hembusan kipas angin saat tidur dapat menyerap cairan dalam tubuh sehingga suhu tubuh akan menurun lalu kekurangan cairan.

Tentu kondisi tersebut akan membuat tubuh terasa lemah sehingga baik organ tubuh maupun kulit jadi tidak dapat berfungsi dengan baik.

Bell Palsy

Bell palsy adalah kelemahan yang terjadi pada salah satu sisi otot wajah yang sifatnya sementara. Sisi wajah yang terserang bell palsy biasanya akan terlihat melorot.

Saat anda merasa gerah dan menyalakan kipas sampai tertidur, maka dapat mengakibatkan dampak buruk juga pada wajah seperti sindrom bell palsy.

Kondisi ini dapat terjadi karena wajah selalu terpapar suhu dingin dari angin sehingga wajah jadi lebih menegang.

Alergi Debu

Saat kipas angin menyala, kesejukan hanya sirkulasi udara yang hanya diputar di dalam ruangan saja. Tanpa disadari keberadaan kipas angin tidak ada pergantian udara sehingga membuat anda menghirup kembali sisa pernapasan sendiri.

Ketika kamar tidak dapat menyaring udara dengan baik, maka kipas angin berpotensi menyebarkan bakteri dan kuman atau bahkan virus lewat udara.

Iritasi Sinus

Saat menyalakan kipas angin, maka udara dalam ruangan akan kering. Udara kering tersebut kemudian membuat selaput lendir dalam rongga hidung menjadi kering.

Oleh sebabnya, semakin kering selaput tersebut maka produksi lendir pun juga akan semakin banyak. Dampaknya, lendir akan menyumbat saluran pernapasan dan akhirnya menyebabkan iritasi sinus.

Sakit Gusi dan Gigi

Setelah terpapar udara dari kipas angin selama semalaman, mulut dan tenggorokan akan menjadi kering. Jika hal tersebut terjadi dalam jangka waktu yang lama, akan mengakibatkan masalah pada gusi dan gigi.

Mengatasi Dampak Tidur dengan Kipas Angin

Untuk meminimalkan risiko kambuhnya alergi atau terjadinya dampak negatif dari pengaruh kipas angin bagi tubuh, maka Anda perlu secara rutin membersihkan kipas angin yang sudah berdebu.

Selain itu, jangan terlalu mengarahkan kipas angin langsung ke arah tempat tidur agar anda tidak terkena debu dan zat alergen lainnya. Sebaiknya Anda juga pemasangan penyaring udara di kamar tidur anda.

Perlu diingat bahwa anda harus mengatur kecepatan kipas tersebut agar tidak terlalu kencang. Tidak lupa untuk selalu minum air putih sebelum tidur. (*/ctr)

Baca juga: Minggu Kedua Bulan Oktober, Kota Kupang Capai Target Vaksinasi 80 Persen