Warga Malaka Nikmati Pengobatan Gratis dengan KTP di Malaka, RSUD Atambua & di RSUD Johannes Kupang

Betun, medikastar.com

Warga masyarakat Kabupaten Malaka beberapa tahun belakangan ini ternyata dapat menikmati pelayanan kesehatan secara gratis di fasilitas kesehatan hanya dengan menunjukan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Pelayanan kesehatan gratis dengan menunjukan KTP ini berlaku dari tingkat Puskesmas, RSUPP Betun, RSUD Gabriel Manek Atambua, dan bahkan hingga RSUD Prof. Dr. WZ Johannes Kupang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka, drg. Paskalia Frida Fahik, kepada media ini, Jumat (24/07/20) membenarkan hal tersebut. Dijelaskan olehnya bahwa khusus untuk warga kabupaten Malaka yang belum memiliki jaminan kesehatan, ketika berobat ke Puskesmas, RSUPP Betun, RSUD Gabriel Manek Atambua, dan RSUD Prof. Dr. WZ Johannes Kupang dapat memperoleh pelayanan kesehatan gratis dengan KTP.

“Iya, khusus untuk semua yang belum memiliki jaminan kesehatan, ketika berobat ke Puskesmas, RSUPP Betun, RSUD Gabriel Manek Atambua, dan RSUD Prof. Dr. WZ Johannes Kupang,” kata drg. Paskalia mengiyakan pertanyaan wartawan.

Ditegaskan olehnya bahwa selama ini warga Malaka dapat memperoleh pelayanan kesehatan gratis di kabupaten tetangga, yakni Kabupaten Belu yang nota bene memiliki RS RSUD Gabriel Manek Atambua sebagai RS Rujukan Regional di Daerah Perbatasan.

Selain itu, drg. Paskalia juga menjelaskan bahwa terkait hal ini, setiap tahunnya pemerintah Kabupaten Malaka mengalokasikan anggaran khusus untuk hal tersebut. Tujuannya tentu saja demi membantu masyarakat di wilayahnya.

Wakil Direktur RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang, dr. Stef Soka, Sp.B., juga membenarkan hal tersebut. Ia menjelaskan bahwa selama ini biaya pengobatan pasien dari Kabupaten Malaka ditanggung oleh pemerintah Kabupaten Malaka. Bukan hanya layanan kesehatan, biaya pengantaran jenazah dari Kupang ke Malaka juga ditanggung oleh pemerintah Kabupaten Malaka.

“Iya, selama ini memang pasien dari Malaka, termasuk pengantaran jenazah ke Malaka ditanggung oleh pemerintah Kabupaten Malaka, sepanjang pasiennya bisa menunjukan identitas dari Kabupaten Malaka,” jelasnya.

dr. Stef menambahkan bahwa dalam proses pelayanannya, pasien dari Kabupaten Malaka perlu membawa rujukan. Rujukan tersebut berlaku untuk pelayanan elektif. Sedangkan untuk pelayanan emergency, masyarakat dari Kabupaten Malaka bisa dilayani tanpa rujukan.

“Untuk pelayanan emergency bisa tanpa rujukan, sedangkan pelayanan elektif harus membawa rujukan,” tuturnya.

Penjelasan yang sama juga disampaikan oleh Direktur RSUD Gabriel Manek Atambua, dr. Batsheba Elena Corputty, MARS. Kepada media ini dirinya mengatakan bahwa selama ini sudah ada perjanjian kerja sama antara kedua kabupaten, yakni Belu dan Malaka terkait pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Malaka di RSUD Gabriel Manek Atambua.

“Sudah berjalan beberapa tahun ini. Masyarakat Malaka yang datang berobat, baik rawat jalan maupun rawat inap, apabila tidak ada kartu BPJS dapat menggunakan KTP, KK, dan Rujukan untuk mendapatkan pelayanan secara gratis,” kata dr. Elena.

“Nanti pihak Rumah Sakit yang akan mengklaim ke Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka, setelah verifikasi, dibuatkan BA baru dibayarkan,” tutupnya. (*/Red)

Video: Mengapa Harus Cuci Tangan?