Waspadai Penyakit Jantung dengan Membaca Tanda-tanda Berikut

MedikaStar.com

Penyakit jantung dapat dikatakan sebagai pembunuh nomor satu. Banyak data menunjukkan bahwa penyakit jantung merupakan penyebab kematian terbesar pertama di dunia. Berdasarkan data dari Our World in Data pada tahun 2016, terdapat lebih dari 17 juta orang meninggal karena penyakit jantung. Hal ini membuktikan bahwa penyakit jantung sangat berbahaya.

Oleh sebab itu, penyakit yang sering disebut sebagai silent killer tersebut perlu diwaspadai. Salah satu cara mewaspadainya adalah dengan membaca tanda-tanda pada jantung berikut. Dilansir dari WebMD, terdapat 13 tanda jantung yang harus diwaspadai.

Nyeri pada Dada

Tanda paling umum dari serangan jantung yang dapat terjadi adalah nyeri pada bagian dada. Sakit yang dirasakan pun tidak serta merta terjadi secara tiba-tiba dan melumpuhkan. Tanda yang biasanya muncul adalah perasaan tidak nyaman, seperti dada yang tertekan atau berat.

Sering kali orang yang merasakannya mengira bahwa ia sedang mulas. Nyeri seperti itu biasanya terjadi dalam waktu beberapa kali dan sering hilang, lalu muncul kembali.

Nyeri pada Lengan dan Punggung

Tanda angina atau serangan jantung biasanya dapat berupa lengan yang terasa berat atau tidak dapat bergerak. Pria biasanya merasakan hal ini pada lengan bagian kiri. Sedangkan wanita merasakannya pada kedua lengan.

Nyeri yang muncul kemungkinan akan dimulai dari dada, lalu berpindah pada punggung bagian atas dan bawah. Seseorang perlu menaruh kecurigaan atas kondisi jantungnya jika rasa sakit tersebut muncul pada malam hari tanpa sebab yang pasti.

Nyeri pada Leher atau Rahang

Ketika seseorang mengalami serangan jantung, ia cenderung akan merasakan sakit pada bahu bagian atas. Rahang pun akan terasa sakit atau tegang, terkhususnya pada bagian bawah, serta dapat terjadi pada dua sisi. Bagian leher juga kemungkinan akan terasa sakit, diikuti dengan tenggorokan yang tersedak atau seperti terbakar.

Kelelahan yang Tidak Normal

Sibuk merupakan hal yang wajar bagi semua orang. Kelelahan juga seperti itu. Akan tetapi, terdapat beberapa tanda kelelahan tidak normal yang perlu diwaspadai. Contohnya seperti tiba-tiba “tumbang” padahal tidak sedang berada dalam kondisi yang berat.

Selain itu, perasaan lebih lelah akan muncul setelah aktivitas fisik yang biasanya dilakukan seperti olahraga atau saat berjalan ke kamar mandi. Kesulitan untuk tidur juga sering terjadi, padahal sedang rasa lelah sedang melanda.

Mual dan Tak Sadarkan Diri

Tak sadarkan diri atau pingsan dapat terjadi saat jantung tidak dapat memompa oksigen secara cukup pada otak, ketika tekanan darah menjadi rendah. Hal ini dapat disebabkan oleh situasi lingkungan yang terlalu panas. Namun, besar kemungkinan hal tersebut dapat disebabkan oleh kondisi jantung yang sedang terganggu.

Mudah Berkeringat dan Sulit Bernapas

Mudah berkeringat meski sedang tidak mengerjakan apa-apa bisa menjadi tanda-tanda serangan jantung. Kondisi lainnya yang dapat terjadi adalah merasa kedinginan atau lembap, sulit bernapas, hingga merasa terengah-engah seperti sedang berlari dalam jarak jauh. Kesulitan bernapas akan terasa lebih parah jika sedang berbaring.

Batuk dan Mengi

Seseorang yang mengalami gagal jantung juga biasanya mengalami sesak napas, batuk yang teratur, dan mengi. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa jantung sedang tidak bekerja secara baik untuk memompa darah dan oksigen ke seluruh tubuh.

Ketika gagal jantung terjadi, darah dan cairan akan kembali ke paru-paru. Selain kesulitan bernapas, suara berderak juga dapat terdengar saat bernapas. Orang yang mengalaminya kemungkinan akan mengalami batuk dan menghasilkan lendir yang berwarna merah muda.

Terjadi Pembengkakan

Gagal jantung juga biasanya ditunjukkan dengan adanya pembengkakan pada beberapa bagian tubuh. Contohnya pada bagian kaki, pergelangan kaki, atau perut.

Penyebab terjadinya pembengkakan tersebut karena darah yang mengalir keluar dari jantung melambat. Akibatnya, darah yang akan kembali ke jantung melalui pembuluh darah akan mundur kembali. Alhasil, cairan akan terkumpul pada tempat-tempat yang tidak seharusnya. Pembengkakan yang lebih banyak dapat terjadi karena ginjal tidak bisa menyingkirkan air dan garam.

Kesulitan dalam Bergerak

Contoh kesulitan bergerak yang dapat terjadi antara lain seperti naik turun tangga, berjalan sambil menuntun hewan peliharaan, hingga memakai pakaian. Ketika mengalaminya, bisa jadi sedang terjadi gagal jantung. Penyebabnya karena tubuh membawa darah dan oksigen dari area yang tidak penting dari beberapa anggota tubuh, lalu mengirimkannya ke otak dan jantung.

Jantung Berdetak Lebih Cepat

Jantung yang terasa berdegup lebih kencang dari biasanya juga dapat menjadi pertanda gagal jantung. Kencangnya detakan jantung bertujuan untuk menebus pompa jantung sebagai akibat dari kurangnya daya pompa yang terjadi.

Detak Jantung yang Tidak Teratur

Ketidakteraturan detak jantung berhubungan dengan irama jantung seperti atrial fibrillation (AFib). Hal ini menyebabkan detak jantung akan lebih cepat dan tidak sinkron. Biasanya, orang yang mengalaminya menggambarkan kondisi itu sebagai kepakan atau ikan yang berjatuhan di dada mereka. Jika tidak diobati, AFib dapat menyebabkan pembekuan darah dan stroke.

Mendengkur Keras saat Tidur

Mendengkur, ngorok dengan keras, atau sleep apnea juga berhubungan dengan kondisi jantung. Sleep apnea menyebabkan jeda dalam pernapasan saat seseorang sedang tidur. Hal ini dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan diabetes tipe 2. Jika tidak diobati, masalah jantung yang lebih parah bisa saja terjadi dan mengancam jiwa.

Disfungsi Ereksi

Disfungsi ereksi dapat terjadi ketika pembuluh darah di penis mungkin saja tersumbat oleh plak, seperti yang terjadi pada pembuluh darah di sekitar jantung. Mempertahankan fungsi ereksi menjadi sulit untuk didapatkan tanpa adanya aliran darah yang baik. Hal tersebut dapat menjadi tanda bahwa seseorang mengalami masalah pada jantungnya.

Cara Mencegah Penyakit Jantung

Pencegahan terhadap penyakit jantung dapat dimulai dengan hal-hal yang sederhana. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mempromosikan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Fokus dari kegiatan Germas adalah deteksi dini, aktivitas fisik, serta konsumsi buah dan sayur.

Cara untuk meningkatkan pola hidup sehat juga dapat lebih mudah diingat dan diterapkan dengan rumus “CERDIK”. CERDIK adalah singkatan dari Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat dan seimbang, Istirahat cukup, serta Kelola Stres.

Dengan mengetahui tanda-tanda penyakit jantung, kewaspadaan akan dapat ditingkatkan. Selain itu, penanganan dengan segera dan pencegahan yang tepat dapat menghindarkan terjadinya hal-hal yang lebih buruk akibat penyakit jantung. (har)

Baca juga: Menjaga Kewaspadaan dengan Mengetahui Perbedaan TB dan Covid-19