Yudisium Online, Ini Cerita Peraih IPK Tertinggi di Jurusan Kebidanan Poltekkes Kupang

MedikaStar.com

Sebanyak 91 mahasiswa Jurusan Kebidanan Poltekkes Kupang mengikuti Yudisium secara daring pada Kamis (30/07/20). Dari 91 mahasiswa tersebut, terdapat 6 lulusan terbaik yang hadir mewakili peserta Yudisium secara langsung di Aula Cendana Wangi Poltekkes Kupang. Rinciannya, sebanyak 3 mahasiswa terbaik berasal dari kelas regular angkatan XIX dan 3 lainnya berasal dari program reguler dengan tugas belajar.

Dalam kesempatan tersebut, diumumkan bahwa IPK tertinggi dalam Yudisium periode ini adalah 3.71 yang diraih oleh Rija Wadang, mahasiswa yang berasal dari Sumba Timur. Mahasiswa yang sudah bekerja di Kabupaten Sikka ini berkesempatan untuk menyampaikan pesan dan kesan mewakili seluruh mahasiswa.

Rija mengatakan bahwa banyak suka duka yang dialami olehnya dan semua teman-teman mahasiswa untuk bisa menyelesaikan pendidikan di Jurusan Kebidanan. Tetapi, hal itu tidak menjadi penghalang yang membuat mereka menyerah dan putus asa.

Karena itu, mewakili semua mahasiswa, Rija mengucapkan terima kasih pada seluruh Civitas Akademika yang telah memberikan kesempatan dan bantuan kepada mereka selama ini.

“Perkenankanlah kami mahasiswa peserta yudisium mengucapkan terima kasih pada Direktur Poltekkes Kemenkes Kupang dan jajarannya yang telah memberikan kami kesempatan untuk mengikuti pendidikan di Poltekkes Kupang dan atas pelayanan baik yang telah kami terima selama menjadi mahasiswa,” ungkapnya.

Rija Wadang

Rasa terima kasih juga ditujukkan pada Ketua Jurusan Kebidanan serta para dosen yang telah memberikan dukungan, motivasi, serta bimbingan dan pengajaran yang luar biasa. Hal itu diakuinya sebagai hal yang mendorong para mahasiswa untuk terus berusaha dan mampu menyelesaikan pendidikan yang ditempuh.

Ditemui setelah acara Yudisium berakhir, Rija mengungkapkan perasaan bahagianya karena menjadi peraih IPK tertinggi. Rasa syukur diungkapkannya karena bisa membanggakan keluarganya.

Rija juga mengatakan bahwa kunci keberhasilan untuk bisa menempuh pendidikan secara baik adalah mengelola waktu secara baik. Jangan menggunakan lebih banyak waktu untuk main-main, serta terus semangat.

“Yang pertama, kita harus punya semangat untuk terus belajar, menggunakan waktu sebaik mungkin dan efisien. Kita tidak buang-buang waktu, tidak santai, kita berusaha keras, dan tidak asal-asalan ikut saja saat kuliah,” ungkapnya.

Rija adalah mahasiswa tugas belajar yang notabene sudah memiliki pekerjaan. Tetapi, ia terus ingin menimba ilmu sebanyak-banyaknya dan meningkatkan pengetahuannya.

Setelah ini, Rija mengatakan bahwa ia akan kembali ke daerah dan bekerja seperti yang telah diatur daerah. Ia sudah bersiap untuk mengaplikasikan semua ilmu yang diperoleh dalam pekerjaannya. Lebih lanjut, jika dalam waktu beberapa tahun ke depan mendapatkan kesempatan lagi, ia mengaku ingin melanjutkan pendidikannya lagi.

“Setelah ini kami pulang ke daerah, mengaplikasikan ilmu, bekerja melayani masyarakat. Kemudian, mungkin setelah itu kurang lebih dua tahun, kalau ada kesempatan, punya niat, setelah itu baru kita bisa melanjutkan pendidikan lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Kaprodi Kebidanan Poltekkes Kupang, Dr. Mareta B. Bakoil, SST., MPH juga mengungkapkan harapannya bagi para mahasiswa yang telah diyudisiumkan. Harapannya, seluruh lulusan tidak berhenti belajar sampai pada tahap ini, tapi terus belajar dan mengembangkan diri di dunia alumni.

“Hari ini menjadi langkah pertama untuk mereka action di lapangan. Jadi untuk itu dengan ilmu, teori, dan skill yang sudah mereka peroleh, harapannya dapat mereka praktekkan. Karena itu, kami akan fasilitasi untuk bimbingan belajar di kampus untuk mempersiapkan ujian kompetensi,” katanya.

Dr. Mareta B. Bakoil, SST., MPH

Mareta juga memotivasi para lulusan untuk tidak berpuas dengan tingkatan pendidikan yang diperoleh. Diharapkan akan ada lebih banyak lagi alumni yang bisa melanjutkan ke jenjang magister, bahkan doctoral di kemudian hari.

Di akhir penuturannya, Mareta mengatakan bahwa ada ikatan alumni kebidanan memiliki banyak kegiatan seperti penelitian, pengabdian masyarakat, bakti sosial, ataupun kegiatan-kegiatan lainnya. Karena itu, diharapkan akan ada banyak alumni yang tetap bisa terlibat.

Baca juga: Pentingnya Pendekatan Budaya dalam Pencegahan Penyebaran Covid-19