penyakit paru.jpeg

Mengenal Faktor Risiko dan Gejala Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)

Medikastar.com

Penyakit paru obstruktif kronis atau yang sering disingkat dengan PPOK merupakan istilah yang digunakan untuk sejumlah penyakit yang menyerang paru-paru untuk jangka yang panjang. Dua kondisi yang paling umum berkontribusi pada PPOK adalah bronkitis kronis dan emfisema. 

Ketika seseorang mengalami penyakit bronkitis kronis, maka terjadilah peradangan pada bronkus atau saluran yang membawa udara dari dan ke kantung udara paru-paru. Sedangkan pada emfisema, peradangan dan kerusakan terjadi pada paru-paru, sebuah kantong yang berfungsi sebagai tempat pertukaran oksigen dan karbon dioksida. 

Faktor Risiko Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)

Melansir dari Kemenkes RI sejumlah faktor risiko yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengidap PPOK meliputi :

Rokok

Pajanan asap rokok pada perokok aktif maupun pasif merupakan faktor utama penyebab PPOK serta sejumlah penyakit pernapasan lainnya. Diperkirakan, sekitar satu dari empat orang perokok aktif mengidap PPOK.

Pajanan Polusi Udara

Misalnya asap kendaraan bermotor, debu jalanan, gas buangan industri, briket batu bara, debu vulkanik gunung meletus, asap kebakaran hutan, asap obat nyamuk bakar, asap kayu bakar, asap kompor, polusi di tempat kerja (bahan kimia, debu/zat iritasi, dan gas beracun).

Usia

PPOK akan berkembang secara perlahan selama bertahun-tahun. Gejala penyakit umumnya muncul pada pengidap yang berusia 35 hingga 40 tahun.

Faktor Keturunan

Jika memiliki anggota keluarga yang mengidap PPOK, Anda juga memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena penyakit yang sama.

Gejala Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)

Seseorang dengan PPOK ringan dapat tanpa keluhan atau gejala. Hal ini berbahaya karena apabila faktor risikonya tidak dihindari maka penyakit ini akan semakin progresif. Berikut adalah beberapa gejala PPOK yang dikutip dari laman Kemenkes:

PPOK dapat menimbulkan gejala sebagai berikut:

  • Sesak nafas
  • Batuk-batuk kronis (batuk 2 minggu)
  • Sputum yang produktif (batuk berdahak)

Sedangkan, pada PPOK eksaserbasi akut terdapat gejala yang bertambah parah seperti:

  • Bertambahnya sesak napas
  • Kadang-kadang disertai mengi
  • Bertambahnya batuk disertai meningkatnya sputum (dahak)
  • Sputum menjadi lebih purulen dan berubah warna
  • Gejala non-spesifik: lesu, lemas, susah tidur, mudah lelah, depresi

Jika Anda mengalami sesak nafas dan batuk berdahak yang memburuk atau terjadi pada waktu yang lama, maka Anda harus menemui dokter secepat mungkin. Walaupun gejala tersebut tidak selalu mengarah pada PPOK, namun konsultasi dokter diperlukan untuk menyingkirkan kemungkinan lain.

Jika Anda dicurigai menderita PPOK, maka dokter Anda akan merujuk ke dokter spesialis paru untuk pengobatan. Yuk segera lakukan deteksi dini dan merdeka dari segala penyakit yang berbahaya. (*)

Baca juga: Deteksi Dini Faktor Risiko PTM Secara Berkala